Loading...

Komisi Pemilu Mauritania hari Minggu (22/6) mengatakan Presiden Mohammed Ould Abdel Aziz dengan mudah berhasil memenangkan kembali pemilu yang diboikot oleh sebagian besar partai oposisi.

Komisi itu Minggu malam mengumumkan bahwa Presiden Mohammed Ould Abdel Aziz menang dengan meraih hampir 82% suara. Sementara kandidat lain hanya meraih 8% suara.

Sekelompok partai oposisi utama di Mauritania menolak ikut serta dalam pemilu hari Sabtu, dengan menyebut pemilu itu sebagai kepalsuan dan memperkirakan bahwa Abdel Aziz akan memenangkan pemilu tersebut. Pemboikotan itu tampaknya bertujuan untuk menurunkan jumlah pemilih, di mana pemilih hanya mencapai 56% – lebih rendah dibanding pemilu presiden sebelumnya.

Presiden Mohammed Ould Abdel Aziz yang mulai berkuasa sejak tahun 2008 dan memenangkan pemilu seminggu kemudian, telah menjadi sekutu setia Barat sejak menghadapi peningkatan ancaman teror di Afrika Barat.

Loading...

Post: VOA Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.