KH. Abdul Razak Syafawi: Pandangan Kebangsaan Ahlusunnah wal Jama’ah

KH. Abdul Razak Syafawi: Pandangan Kebangsaan Ahlusunnah wal Jama’ah. Bagaimana peran pesantren atau al-Muayyad di Solo. Dulu itu NU dan Masyumi itu satu. Kyai jadi pemimpin Masyumi itu sudah biasa. Lalu di tahun 1960-an banyak kyai NU keluar dari Masyumi. Di situlah terjadi pengebirian NU di Solo

KH. Abdul Razak Syafawi
KH. Abdul Razak Syafawi


Asalamualaikum Wr. Wb.

Bismillah, Alhamdulillah, Asyhadu lailahillallah. Asyhaduanna muhammadan rasulullah. Allahumma shalli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammad.


Bapak Miftah Faqih, Sekjen RMI Pusat dan hadirin. Alhamdulillah saya bisa mengawali acara hari ini.Meskipun kemarin mendadak saya diminta mengisi pengajian khatamul al-Quran di Rutan 1 Surakarta.Disana mulai jam dua, disini juga jam dua. Tapi Alhamdulillah di sana jadwalnya dimajukan jadi jam satu. jam dua sudah selesai. jadi saya bisa menghadiri keduanya. Di sana dapat, di sini juga dapat.

Bapak ibu yang berbahagia, sebagai tuan rumah saya ucapkan selamat datang dan terima kasih. Saya juga ingin berterima kasih karena ditunjukknya tempat kami sebagai tempat untuk mengadakan khalaqah yang berguna dalam membentuk karakter kebangsaan, dimulai dari NU dan pesantren. Bahwa memang kalau kita bicara perjuangan bangsa Indonesia, pasti tidak bisa lepas dari kyai, pesantren dan Nahdatul Ulama. Tanpa itu semua, Indonesia sudah jadi Belanda. Bayangkan selama 350 tahun Belanda menjajah Indonesia dengan kekuatan ekonomi dan militer. Bayangkan 350 tahun! Bukan waktu yang sedikit. Bayangkan Filipina dijajah Spanyol tiga setengah tahun, bahasanya hilang. Tapi Indonesia berbeda. Kenapa bisa begitu? Indonesia pada saat itu mayoritas Islam dan banyak juga Hindu. Kalau tidak ada kyai tidak bisa. Pada waktu itu, kyai itu senjatanya hanya satu, man tasabbaha biqaumin fahuwa minhu, itu saja. Merdeka!

Jadi, di pesantren itu memang diajarkan untuk anti Belanda, anti penjajah. Dan itu sampai ke hal-hal seperti makan dan berdiri. Kalau ada orang yang makan sambil berdiri, biasanya dibilang, “Kamu ini makan seperti orang Belanda!” Orang dulu itu tidak ada yang berpakaian seperti belanda, dulu itu haram! Dulu pakaiannya juga mesti pakaian takwa. Dari situlah kemudian, tidak ada yang bisa mempengaruhi agama dan budaya Indonesia.

Terima kasih al-Muayyad dipakai kembali. Dengan segala kekurangan, punyaku ini, mau ini ya tidak mau ini. Bagusnya al-Muayyad ini di tengah kota.

Bagaimana peran pesantren atau al-Muayyad di Solo. Dulu itu NU dan Masyumi itu satu. Kyai jadi pemimpin Masyumi itu sudah biasa. Lalu di tahun 1960-an banyak kyai NU keluar dari Masyumi. Di situlah terjadi pengebirian NU di Solo. Nama NU sampai sekarang ini asing bagi masyarakat asli Solo. Karena dengan keluarnya NU dari Masyumi itu dianggap sebagai memecah umat Islam. Orang Laweyan itu baru mau menginjak al-Muayyad itu setelah saya pegang. Sebab saya asli wong Solo. dulu di sini pelopor NU itu Kyai Mashud, di Keprabon. Mbahnya Pak Khalid Mawardi. Di depan sini beliau ngantor dua, Masyumi dan NU. Di sini itu hanya memasang tanggalan yang ada logonya. itu rumahnya dilempari batu.

Kyai Hasyim Asyari, Menurut KH. Mustafa Bisri, beliau itu peletak pondasi kemerdekaan Indonesia.Seumpamanya tidak ada Kyai Hasyim Asyari, Indonesia itu tidak akan merdeka. Kenapa? Yang namanya Jenderal Sudirman itu, sebagai Jenderal perang, tidak bisa memutuskan dasar hukumnyamempertahankan Indonesia dan melawan Belanda dilihat dari hukum Islam. Kemudian Jenderal Sudirman menghadap Kyai Hasyim Asyari di Jombang. Maka keluarlah yang namanya Resolusi Jihad. Di point yang kesekian itu ada hukum begini, wajib hukumnya bagi seorang muallaf yang jaraknya 90 km dari musuh melawan Belanda. Dan kalau ada yang mati dalam perang ini, maka kalau mati, matinya syahid. Di sini lah para santri dari semua pesantren keluar untuk jihad. Jadi dulu di gedung ini, depannya diberi pohon-pohon sebagai kamuflase agar tidak ditempati Belanda. Pada waktu itu asrama Belanda di SD Nur Islam. Nah, anehnya, Mbah Mansyur, Mbah Silad, Gus Nudir, itu termasuk orang-orang yang dikejar-kejar Belanda, sebab mereka termasuk para pejuang, tetapi mereka malah lari kesini, padahalposisi Belanda itu di sebelah Selatan itu, di SD Nur Islam. Jadi, ilmunya Mbah Mansyur itu ilmu grojokan.Ilmu grojokan itu ngebuat gak terlihat di depan musuh.Zaman dulu pesantren itu tidak ada yang diluar NU. Yang namanya pesantren mesti NU. Atau pasti didikan NU. Banyak yang menghalang-halangi anak muda masuk pesantren karena dianggap jelek. Tapi ternyata banyak alumni pesantren itu punya karakter yang hebat. Akhirnya banyak anak muda yangpengen jadi alumni pesantren. Oleh karena itu muncul banyak sekarang pesantren, agar tidak disebut NU biasanya diberi IT, Islam Terpadu.

Sejarah itu dibuktikan, KH. Syukron Makmum pernah mengatakan bahwa, seluruh Amerika menyelidikidan mencari tahu letak kekuatan Indonesia, dan kekuatan Indonesia itu di umat Islam. Kekuatan umatIslam Indonesia ada dimana? di pesantren NU. Hubungan batin alumni pesantren kuat. Tentang ke-modern-an suatu pesantren, usakan pesantren itu tidak boleh kolot, tetapi juga tidak boleh ketinggalan, dan yang penting jangan meninggalkan esensi pesantrennya. Hubungan Kyai dan santri itu jangan sampai terputus; baik dari ilmunya, semangatnya, persahabatannya, dan lainnya, itu semua harusdipegang.

Perang melawan Belanda ini benar-benar dilakukan oleh Nahdlatul Ulama, baik dalam bernegara dan bangsa. Mungkin bapak ibu baru mendengar hal ini, ketika sedang meributkan kejadian Bapak Murdhaniyang mau jadi presiden, dan Gus Dur dukung. Gara-gara itu, orang Islam se-Indonesia itu menghujat Gus Dur. “Antek Yahudi! Antek Zionis! Antek Nasrani kok mau jadi presiden”. Lha, itu kan haknya sebagai warga Negara Indonesia tho? Tetapi tidak tahu siasatnya para Kyai. KH. Ahmad Sidiq bersama Gus Dur, melakukan musyawarah alim Ulama SeJawa-Madura. Tempatnya di sini, di al-Muayyad.Kebanyakan orang sulit memahami kejadian ini. Apa yang dilakukan Kyai ini berbeda dengan apa yang dipahami orang. Ternyata upaya untuk meredam LB Murdhani itu besar sekali, dan kekuatan besar sekali itu dari Amerika.

Kalau LB Murdhani tidak jadi minta jadi presiden, semua sel-sel diatur rapi. Para Kyai, khususnya Gus Dur, memikirkan bagaimana LB Murdhani mundur, tetapi tidak terasa. Akhirnya LB Murdhani diajak keliling ke pesantren. Mbah Ahmad Sidiq berkata kepada LB Murdhani, “Pak LB Murdhani, sampeyanpiye tho? Sampean kan tau kalau orang Islam Indonesia marah-marah dengan majunya anda menjadi Presiden. Ini artinya apa, Pak Murdhani? Itu artinya orang Indonesia belum menerima presiden yang dari non Islam.”

Terus peristiwa asas tunggal Indonesia, zamannya Soeharto mau mempertahankan kekuasannya. Pada waktu itu sudah sampai puncaknya, kalau sampai batas waktu ditentukan asas non-Islam di Indonesia tidak ganti, maka akan terjadi kekacauan horizontal. Kalau dulu NU tidak menerima asas tunggal, maka kekacauan akan terjadi. Maka akhirnya Gus Dur menerima asas pancasila, sampai keyakinannya itu berani bilang siapa yang salah akan mati dulu, sampai keyakinan kyai itu berani ngomong gitu. “Asas Islam diganti asas Pancasila!” itu salah. Islam dibuat dari Pancasila! Kafir!

Musyawarah Alim Ulama sebelum kongres 1984, Kyai Said Ali datang ke Kyai Ma’sum, dan mengatakan “jangan sampai NU menerima asas tunggal. Kalau sampai NU menerima asa Pancasila, saya akan melawan.” Di Musyawarah Alim Ulama, Kyai Sidiq bicara, “Sebelum pidato saya selesai, jangan ada yang interupsi dulu. Dengarkan dulu dengan baik.” Pada waktu itu, orang beranggapan asas itu harus Islam. Maka semua organisasi harus berasas Islam. NU berasa Islam, Muhammadiyah berasas Islam. Lah kok Negara ini berasas Pancasila. “Tapi Kyai, ini harus dicarikan solusi!”. Lalu Kyai Sidiq berbicara, mengupas makna kata asas terlebih dahulu. Kata asas disebutkan empat kali di Surat At-Taubah. Asas itu adalah dasar, bukan agama. Sekali lagi, asas itu bukan agama. Innaddina indallahil islam. Agama itu Islam. Asas itu bertakwa. Maka dalam Anggaran NU berasas Pancasila, Aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah mengikuti salah satu dari empat Madzab ahlus sunnah. Setelah pidato selesai, Kyai dari Situbondo yang sebelumnya sangat anti Asas Pancasila ke depan langsung memeluk Kyai Sidiq. Inilah masalah yang sangat krusial yang telah diselesaikan oleh Kyai Shidiq.

Setelah itu Kyai Ali datang ke Kyai Ma’syum di Krapyak dan mengucapkan selamat. Ternyata ulama-ulama NU itu sangat piawai dalam mengurai yang demikian gentingnya dengan bahasa yang lugas.

Sekarang Indonesia itu dilanda gerakan wahabisme. Kita mencari Gus Dur, sekarang sudah tidak ada. Kita mencari Kyai Sidiq, juga sudah tidak ada. Untuk RMI harus membuka sejarah. Kalau dulu tidak ada Mbah Wahid Hasyim, Indonesia Timur dan Barat pecah dengan adanya kata-kata “melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya” di sila pertama. Seseorang bernama Maramis, satu-satunya wakil persiapan kemerdekaan, mengatakan “kalau kalimat itu tidak dicoret, saya keluar dari keanggotaan ini. Kalau besok belum ada keputusan, Indonesia akan saya serahkan kepada Belanda. Sebab Indonesia belum memiliki dasar”.

Dalam buku sejarah pancasila, Mbah Wahid Hasyim, “Ketuhanan Yang Maha Esa” saja, kalimat “dengan melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya” dicoret. Karena dengan kata Esa itu, apapun yang kita kerjakan, kalau tidak lillahi ta’ala, tidak akan muncul. Dengan adanya kalimat ini, maka kita wajib shalat,wajib puasa, wajib zakat, tanpa perlu ada embel-embel “dengan melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya”.

Akhirnya dengan demikian, Indonesia bagian Timur menerima ini. Dan ternyata sekarang dunia mengakui, delapan ulama dari Yordania datang ke Indonesia, tepatnya ke Malang. Disana merekamempelajari Pancasila. Kok bisa-bisanya Ulama Indonesia menerapkan syariat Islam dalam berbangsa dan bernegara.


Yang lucu, setelah muktamar NU 1984, keputusan dari negeri berasas Pancasila, ada utusan dari DDI yg seorang Kristen Katolik, Sowan ke Kyai As’ad Arifin, meminta agar diganti saja sila pertama (Ketuuhanan Yang Maha Esa) dengan Ketuhanan yang Maha Kuasa. Kejadian ini benar-benar terjadi.


Sekarang kita harus berhati-hati. Dulu, ulama itu hanya Nahdatul Ulama. Untuk menghilangkan kekuatan dan peran ulama, dulu Pak Harto membuat MUI. Dulu, majelis ulama itu berbeda dengan sekarang yang banyak kyai NU-nya. Nah, sekarang peran pesantren hendak dieliminir dengan munculnya pesantren-pesantren yang non NU. Ada tawaran-tawaran menggiurkan dari dunia Arab sebagai ganti upaya mengeliminir pesantren-pesantren yang asli.

Begitulah kira-kira. Semoga kita yang datang ke tempat ini, bisa bersama-sama menguatkan misi RMI dalam menguatkan visi kebangsaan dan kenegaraan. Indonesia ini, kata Gus Dur, akan jadi imamnya Islam seluruh Indonesia. Sekarang wali yang paling banyak ya di Indonesia. Umat Islam terbesar di dunia itu di Indonesia. Secara geografis, Indonesia itu terletak di tengah-tengah, terdiri dari pulau-pulau, iklimnya tropis, tidak pernah ekstrim panas. Dari segi ini, insya Allah bagus. Dari segi yang lain, kita tidak tahu tho? Kita tidak tahu apa yang tersembunyi di balik yang tampak. Selain itu, kita juga harus mempercayakan kepada kyai-kyai kita. Seperti itu. Waktunya sudah mau selesai. Mari kita tutup. … Terima kasih. Sekian. Wasalamualaikum Wr. Wb.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. Abdul Razak Syafawi: Pandangan Kebangsaan Ahlusunnah wal Jama’ah
KH. Abdul Razak Syafawi: Pandangan Kebangsaan Ahlusunnah wal Jama’ah
KH. Abdul Razak Syafawi: Pandangan Kebangsaan Ahlusunnah wal Jama’ah. Bagaimana peran pesantren atau al-Muayyad di Solo. Dulu itu NU dan Masyumi itu satu. Kyai jadi pemimpin Masyumi itu sudah biasa. Lalu di tahun 1960-an banyak kyai NU keluar dari Masyumi. Di situlah terjadi pengebirian NU di Solo
https://4.bp.blogspot.com/-YGOKY5EeZUY/T6QtgJI8m0I/AAAAAAAAA2c/hjy676CTtn4/s640/KH.-Abdul-Razak-Syafawi.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-YGOKY5EeZUY/T6QtgJI8m0I/AAAAAAAAA2c/hjy676CTtn4/s72-c/KH.-Abdul-Razak-Syafawi.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2012/05/kh-abdul-razak-syafawi-pandangan.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2012/05/kh-abdul-razak-syafawi-pandangan.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content