Pesantren dan Civil Society

PESANTREN adalah lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang selama ratusan tahun menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan sekaligus benteng pertahanan Islam Nusantara.


Pesantren dan Civil Society
Pesantren dan Civil Society
PESANTREN adalah lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang selama ratusan tahun menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan sekaligus benteng pertahanan Islam Nusantara. Dari sosok kelembagaannya pesantren merupakan adopsi dari pusat-pusat pendidikan keagamaan yang telah ada sebelumnya, baik Hindu maupun Budha dalam asrama-asrama (ashram) pembinaan kader para imam sebagai pelayan  dan pembimbing kehidupan spiritual dan keagamaan masyarakat awam. Dalam tradisi Kristiani, lembaga sejenis ini dikenal dengan seminari-seminari. Seperti juga di lembaga sejenis dalam lingkungan umat yang berbeda, pesantren bukan hanya sebagai tempat pendalaman keilmuan dan tradisi keagamaan yang dianutnya,  tidak kalah penting adalah sebagai pusat pelayanan masyarakat dalam pengertian yang luas.

Masyarakat Sipil ( Civil Society ) di lain pihak, dipahami sebagai gugusan masyarakat yang berada di luar domein kekuasaan Negara (state) yang dikenal sebagai Political Society. Sivil society adalah gugusan masyarakat yang mengatur kehidupan mereka dengan tertib social yang mengacu pada nilai-nilai etika dan moral yang mereka yakini. Sementara Political Society adalah gugusan masyarakat yang mengandalkan tertib social mereka pada wibawa aparat pemaksa (coersive) melalui penegak hukum dan ketentuan-ketentuan formal lain atas nama Negara. Negara dan masyarakat Sipil bukan dua entitas yang saling menolak dan harus dipertentangkan. Tapi dalam suatu komunitas yang teratur dimana masyarakat sipil menguat, maka peranan Negara bisa diringankan; sebaliknya ketika masyarakat sipil melemah, maka Negara sebagai lembaga pemaksa pun menjadi sangat dominant.

Dalam konstelasi seperti tersebut di atas, maka keyakinan dan kesadaran agama yang dianut penuh kesetiaan oleh warga masyarakat merupakan suatu elemen yang sangat penting bagi kehadiran Masyarakat Sipil. Warga masyarakat yang karena imannya dan ketaatan agamanya mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang merugikan orang lain maupun diri sendiri, bahkan lingkungan alamnya, dengan sendirinya tidak terlalu bergantung pada peranan “negara” sebagi kekuatan pemaksa. Sebaliknya, dalam masyarakat di mana kesadaran berbuat baik (makruf) dan menjauhi kejahatan (mungkar) melemah, maka campur tangan negara sebagai kekuatan pemaksa dianggap sebagai penyelamat yang niscaya. Memang, persoalan utama bukan apakah kita harus memilih agama (sebagai kekuatan penyadar) atau negara sebagai (kekuatan pemaksa); melainkan  bagaimana memastikan tertib masyarakat secara lebih bermartabat. Tentu bahwa yang lebih sesuai dengan martabat manusiawi tentulah tertib social yang tumbuh dari kesadaran dalam hati dan akal budi, bukan karena paksaan atau ancaman. Pendekatan paksaan (coertion) adalah pilihan terakhir ketika kekuatan kesadaran gagal membimbing manusia di jalan yang benar.

Sesunguhnya, keimanan seseorang terhadap ajaran agama tidak otomatis menempatkan yang bersangkutan pada apa yang kita sebut maqam kesadaran yang tinggi martabatnya. Dalam disiplin sprititualitas Islam (tasawuf), misalnya, diteorikan bahwa motivasi seseorang meninggalkan perbuatan jahat dan berbuat kebaikan pun bertingkat-tingkat: Tingkatan paling rendah adalah seseorang yang meninggalkan kejahatan (dosa) karena takut siksaan (neraka); tingkatan kedua adalah orang yang meninggalkan kejahatan dan berbuat kebaikan karena menginginkan pahala (sorga). Tingkatan ketiga, yang tertinggi, adalah orang yang meninggalkan keburukan dan berbuat  kebaikan semata-mata karena ingin meraih Ridlo-Nya. Dalam bahasa secular, pertama orang yang meningggalkan keburukan karena takut hukuman (punishment) baik oleh masyarakat atau Negara; kedua, oang yang  berbuat kebaikan karena ingin mendapatkan imbal jasa (reward) dari sesama; dan ketiga orang yang meninggalkan keburukan dan menjalankan kebaikan semata-mata karena, dalam kesadaran nurani-nya bahwa di situlah hakikat kemanusiaannya.


***

Jika fundasi civil society adalah “kesetiaan pada nilai-nilai luhur  kemanusiaan” sebagai panggilan atau kewajiban moral (moral oblogation) dari dalam, bukan suatu paksaan kekuasaan dari luar, maka pertanyaan yang harus kita jawab di sini adalah: Seberapa besarkah peranan pendidikan, pesantren khususnya dan pendidikan Islam pada umumnya telah berhasil membangun basis kesadaran tersebut? Jika jawabannya positif maka kita boleh mengklaim bahwa pesantren dan Islam memang adalah soko guru Masyarakat Sipil. Tapi jika jawaban negatif, maka  klaim itu pun secara otomatif menjadi terbantah. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada pertanyaan primer yang harus dijawab lebih dahulu: Seberapa besarkan tradisi pesantren khususnya dan tradisi Islam umumnya menghargai akal sebagai pusat kesadaran perihal nilai-nilai moral tentang mana yang baik (makruf) dan mana dan yang buruk (munkar)? Pertanyaan ini diakui telah menjadi pusat perdebatan kalam dan filsafat Islam yang panas, bahkan keras.

Dari bukti-bukti teks al-Qur’an dan Hadits Rasulullah sebenarnya sangat jelas pesannya bahwa “akal” manusia diyakini mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Hampir semua kebenaran dan kebaikan yang digaris bawahi oleh agama juga digarisbawahi oleh akal, dan sebaliknya. Ini tidak berarti bahwa – seperti dikatakan Muktazilah - agama (wahyu) tidak benar-benar diperlukan untuk tegaknya moralitas. Ada persoalan moralitas yang tidak mampu dijawab semata-mata oleh akal. Yakni, setelah nilai baik dan buruk menjadi jelas oleh akal,  pertanyaan penting selanjutnya adalah: Kenapa kita harus mengambil yang baik baik dan menjauhi yang buruk, dengan segala resikonya? Harus diakui, bahwa pertanyaan ini tidak selalu jelas bagi manusia dengan akal-budinya.

Pertimbagan rasional untuk melakukan kebaikan kepada orang lain, paling lazim, adalah agar orang lain juga berbuat baik kepada kita. Inilah motivasi etika timbal balik (etika resiprokal, pamrih)  yang bisa dijangkau oleh akal: “Jika Anda ingin orang lain berbuat baik kepada Anda, maka berbuat baiklah kepadanya. Jika tidak ingin orang lain berbuat buruk kepada Anda, maka jangan berbuat buruk kepadanya”. Landasan baik-buruk seperti ini  mengandung problem serius. Jika ada orang yang sudah tidak lagi memerlukan kebaikan dari orang lain karena merasa telah memiliki segalanya, motifasi seperti apakah agar orang tersebut bisa tetap berbuat baik dan menjauhi yang buruk? Ketika tidak ada lagi ketergantungan atau kebutuhan pada orang lain, apalagi setelah meyakini bahwa orang lain sudah tidak mampu berbuat buruk padanya (mustaghni ‘amman siwâhu), maka dia tidak termotivasi lagi untuk berbuat baik kepada orang lain.

Kebaikan sejati adalah ketika seseorang berbuat baik karena memang meyakini kebaikan sebagai keharusan dan sebagai tujuan hidup. Etika rasional tidak menjangkau motifasi yang bersifat transenden seperti ini, yakni manusia harus berbuat baik karena perintah dari Dzat Yang Maha Baik. Berdasarkan motivasi transenden dalam berbuat ini, maka untuk membangun masyarakat yang baik diperlukan beberapa persyaratan. Pertama, mengetahui baik buruk. Kedua, memastikan bahwa alasan berbuat baik dan menjauhi yang buruk adalah keyakinan transendental. Kemampuan etika rasional untuk mendorong perilaku masyarakat modern dengan kebaikannya sebetulnya karena dipaksakan oleh sistem hukum yang ada dan dipaksakan secara terus menerus sehingga lama-lama menjadi kebiasaan (habit). Di beberapa negera, sulit ditemukan orang yang membuang sampah di jalan. Orang Indonesia yang tinggal di sana pun ikut terbawa. Sebaliknya, ketika orang-orang negeri itu datang ke Indonesia, kembali menjadi orang jorok dan membuang sampah sembarangan. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi untuk disiplin adalah keterpaksaan sistem, karena aturan main yang dipaksakan dan diawasi dengan sangat ketat oleh negara dengan sanksi berat yang benar-benar diterapkan secara tegas dan tanpa, pandang bulu.

Ada sebuah negara yang dinilai sebagai paling rendah tingkat korupsinya dengan skala 0,9. Jika dikaji, prestasi itu pun terjadi bukan karena kesadaran moral, melainkan karena keterpaksaan hukum atas kalkulasi nalar pragmatis;  bahwa jika korupsi dibiarkan maka eksistensi negara dan bangsa bersangkutan akan hancur. Jadi, korupsi di sana dikutuk bukan karena korupsi sebuah kemungkaran, yang secara moral harus ditolak, tetapi karena membahayakan eksistensi dirinya.  Artinya, jika ada korupsi yang tidak mengancam eksistensi dirinya, maka tentu akan dibiarkan. Ini dibuktikan ketika sejumlah koruptor negeri tetangga bersemubunyi disana berikut uang hasil korupsinya, ternyata mereka tetap dibiarkan karena justru menguntungkan pihaknya. Inilah “moralitas’ yang dibangun berdasarkan rasa takut kepada keburukan dan konsekuensinya (neraka), belum berdasarkan kecintaan terhadap kebaikan dengan segala kemuliaannya (Sorga dan ridlo Tuhannya).  Dalam pandangan kaum Sufis, moralitas seperti itu adalah yang terendah derajatnya.

***

Bagaimana dengan umat Islam?  Harus dikaui, bahwa  Umat Islam  mempunyai masalah besar dalam upaya membangun kesadaran etik-moral ini. Pertama-tama karena tema kebaikan dan keburukan sebagai issu utama etika harus dipahami benar oleh akal. Maka, tidak ada keasadaran moral kalau tidak ada proses penalaran oleh akal, ta’aqqul. Sementara dalam sejarah intelektual Islam apresiasi terhadap akal telah lama mandeg akibat pemahaman yang keliru terhadap posisi Al-Ghazali terhadap filsafat. Akibatnya, dengan munculnya dominasi cara keberagamaan yang yang formalistik, Umat Islam berhenti bicara perihal etika dan moralitas sebagai kesadaran yang inherent dan hanief pada fitrah manusia. Yang lebih mereka suka adalah bicara syariat dalam pengertian sistem hukum (legal) tentang mana yang boleh dan mana yang terlarang seperti dikatakan oleh teks (nash).

Padahal etika-moral di satu pihak dan hukum-legal di lain pihak, mempunyai perbedaan yang sangat jelas. Hukum yang dicari adalah kepatuhan, atau bahkan ketakutan, terhadap ancaman. Sementara etika-moral yang diandalkan adalah kesadaran. Di siniliha mengapa umat Islam pada umumnya selalu saja bicara tentang kemestian adanya negara sebagai yang tak bisa dipisahkan (undispensible) dengan keyakinan agamanya. Bahkan syariat tertentu yang sepenuhnya bersifat personal (seperti salat, puasa, dsb) pun hendak disandarkan penegakkannya kepada negara. Bagi mereka, tidak ada kebaikan (baca: perintah agama) dapat ditegakkan tanpa negara; seperti halnya tidak ada kejahatan (: larangan agama) dapat dihindarkan tanpa negara.

Konsekuensi logis dari perspektif ke-Islaman seperti ini adalah munculnya bahaya permissivisme di kalanghan umat Islam manakal negara yang didambakan, negara yang sepenuhnya memikul implementasi syari’at Islam,  tidak ada dalam kenyatan. Dan inilah, rupanya, kenyataan yang terjadi selama ini dan khususnya dewasa ini. Segala hal yang sebenarnya menurut akal budi atau standard etik dan moral sebagai “buruk” (seperti: korupsi, nepotisme dan vavoritisme), ternyata begitu banyak dilakukan warga umat, semata-mata karena tidak ada ketentuan syariat (legal normatif) yang secara definitif (qath’iy) menghukumnya “buruk” dan kekuasaan negara pun tidak  sungguh-sungguh mengancamnya. Demikian pula, begitu banyak kebaikan dan keutamaan menurut akal budi atau common sense (seperti: pengembangan science, menjaga kelestarian alam dan keindahan lingkungan), tapi sedikit sekali yang peduli untuk menjalankannya, semata- karena tidak ada ketentuan syariat (legal normatif) yang secara definitif (qath’iy) menegaskan kebaikannya dan negara pun tidak sungguh-sunguh menuntutnya.

***

Tapi keberagamaan (Islam) yang serba negara (etatistik) inilah  yang justru tengah berkembang sekarang. Seolah tidak ada satupun ajaran Islam yang bisa tegak tanpa negara. 

Oleh: Masdar F. Mas'udi
Rois Syuriah PBNU

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Pesantren dan Civil Society
Pesantren dan Civil Society
PESANTREN adalah lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang selama ratusan tahun menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan sekaligus benteng pertahanan Islam Nusantara.
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxul9fmWjLlcN9mChhjwWM7hJ5oxi1ekGgvv7l0FDNF1k3eOVa55bTqegTBA
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2011/09/pesantren-dan-civil-society.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2011/09/pesantren-dan-civil-society.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content