Billboard Ads

Ilustrasi Pesantren
Secara fisik, pesantren ini baru terwujud sesudah pengasuh berhasil mendirikan sebuah masjid dan 6 buah kamar pemondokan santri yang sederhana pada tahun 1951. Namun usaha rintisannya telah berjalan sebelum itu, yaitu ketika pengajian dilakukan di rumah pendiri pesantren, KH. Ihya. 
Dengan perlahan pesantren ini terus mengembangkan diri. Untuk kebutuhan santri-santri putri, sebuah bangunan asrama dengan 14 kamar kemudian dibangun. Pada akhir 1982 sebuah bangunan bertingkat dengan 12 kamar didirikan. Fasilitas seperti listrik dan sumur pompa berhasil diperoleh. Demikian juga beberapa alat ketrampilan seperti mesin jahit atas sumbangan masyarakat setempat.
Sampai tahun 1981, tercatat 950 orang santri yang menuntut ilmu di sini. Di antara mereka yang mukim hanya 59 orang, terdiri dari 39 putri dan 20 putra. Meskipun pesantren sudah menganut sistem klasikal, pelajaran yang diberikan sepenuhnya masih menggunakan kitab-kitab sebagai pegangan utama. Di samping itu juga masih menggunakan sistem pengajian tradisional. Santri dibagi ke dalam tiga kelas. Masing-masing kelas menggunakan kitab yang berbeda sesua dengan mudah atau sulitnya sebuah kitab. Untuk pelajaran fiqh, menggunakan Safinah, Fathul Qarib, dan Fathul Mui'n. Di bidang tauhid, mempelajari Tijan, Matan Sanusi, dan Jauhar Tauhid.
Untuk pelajaran akhlak, menggunakan kitab Washoya, Ta'lim Mutaalim dan Makarimal Akhlak. Pelajaran Hadits menggunakan kitab Tanqihal Qaul, Bulughul Maram, Riyadlus Sholihin dan Shahih Bukhori. Sedangkan untuk pelajaran nahwu, digunakan kitab Jurumiyah, Matan Bina dan Alfiyah.
Selain kitab yang disebutkan di atas, masih banyak lagi kitab yang dipelajari, tergantung minat santri. Untuk kitab jenis ini, Kyai sendiri yang mengajar dengan metode sorogan dan wetonan. 
Dalam mendidik santrinya, KH. Ihya dibantu dua tenaga pengajar pria dan tiga pengajat wanita, termasuk istrinya sendiri. Selain itu, masih ada empat tenaga pengajar ketrampilan, seluruhnya wanita, melatih antara lain berpidato, masak-memasak dan jahit menjahit.
Kompleks Pesantren Miftahul Huda terletak di desa Lodoyong, Kecamatan Tempel, Kabupaten Slemanm kira-kira 10 km sebelah Utara Yogyakarta. Desa ini mudah dicapai dengan sedikit berjalan kaki dari kecamatan Tempel.

Kontak
Pesantren Miftahul Huda, Tempel, Sleman
Alamat               : Desa Lodoyong, Kec. Tempel, Kab. Sleman
Pendiri               : KH. Ihya Ulumuddin
Pemimimpin       : K. Ihya Muhadzib
Santri                 :130 santri, 90 puteri dan 40 putera (2007)
HP                     : 08174118372



By